Proses Jual Beli Rumah Dijual di Bandung yang Benar dan Legal

Rumah merupakan suatu kebutuhan pokok yang harus dipenuhi sebagai tempat tinggal bersama keluarga tercinta. Kini, banyak sistem jual beli rumah yang ditawarkan, baik secara tunai, maupun kredit. Rumah dijual di Bandung yang terdiri dari beragam desainnya bisa dibeli dengan cara tunai atau kredit. Ya, kredit sudah bukan lagi sesuatu yang asing dalam proses pengambilalihan hak sebuah rumah maupun jenis hunian lainnya. Setiap metode jual beli tersebut juga harus dilakukan melalui prosedur yang benar. Inilah proses jual beli secara umum yang harus dilakukan.  

  1. Penjual Menunjukkan Bukti Kepemilikan Rumah

Langkah pertama dalam jual beli rumah adalah penawaran jual beli yang dilakukan oleh pihak penjual dan pembeli. Setelah pembeli merasa cocok dan berniat untuk melanjutkan ke tahap transaksi jual beli, maka pihak penjual harus memenuhi prosedur pertama. Pihak penjual harus menunjukkan bukti kepemilikan rumah kepada pembeli agar semuanya jelas. Bukti kepemilikan rumah tersebut meliputi sertifikat rumah yang asli, bukti pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), Akta Jual Beli (AJB) yang asli, serta blueprint rumah. Pihak penjual harus menunjukkan semua bukti tersebut kepada pembeli. Setiap dokumen ini dibutuhkan dalam proses transaksi jual beli dan kelengkapan semua dokumen tersebut harus dipenuhi oleh pihak penjual, termasuk keabsahannya.  

  1. Pembayaran Uang Muka

Setelah pihak penjual menunjukkan semua dokumen yang dibutuhkan untuk keperluan transaksi kepada pihak pembeli, maka selanjutnya adalah pengambilan keputusan oleh pembeli. Apabila pembeli sudah mencermati setiap dokumen dan menyetujui semuanya, selanjutnya adalah pembayaran uang muka atau DP, sebagai tanda jadi proses transaksi jual beli rumah. Besarnya uang muka ini tidak ditentukan oleh pihak penjual, tetapi sesuai dengan inisiatif oleh pihak pembeli. Besar uang muka yang tidak ditentukan tersebut merupakan suatu ketentuan yang tidak mengikat, sehingga bisa memberikan kelonggaran bagi pembeli. Berapapun uang muka yang dibayarkan, penjual harus memberikan kuitansi sebagai tanda bukti pembayaran yang sah.  

  1. Pembuatan Akta Jual Beli (AJB)

Setelah pembayaran uang muka, proses selanjutnya adalah pembuatan akta jual beli (AJB). Untuk membuat akta ini, pihak penjual menghubungi pihak notaris sebagai pihak ketiga yang berwenang mengurus Akta Jual Beli tersebut. Pembuatan akta ini juga harus legal dan terbukti keabsahannya. Dalam proses pembuatan akta jual beli rumah dijual di Bandung ini, tentunya memerlukan biaya. Biaya pembuatan akta ini merupakan tanggung jawab pembeli.  

  1. Penjual Memberikan Seluruh Dokumen Penting

Sementara proses pembuatan Akta Jual Beli dilakukan oleh pihak notaris, pihak penjual mempunyai kewajiban untuk menyerahkan seluruh dokumen penting kepada notaris untuk diperiksa keabsahan dan kelengkapannya. Dokumen penting yang harus diserahkan meliputi sertifikat rumah, IMB, PBB, dan AJB. Notaris akan meminjam sementara dokumen tersebut untuk diperiksa keabsahan dan kelengkapannya. Aelain menyerahkan dokumen penting tersebut, ada dokumen lain yang harus diserahkan penjual kepada notaris untuk melengkapi persyaratan transaksi jual beli rumah, di antaranya fotokopi data pribadi (KTP) dan kartu keluarga. Seluruh dokumen tersebut akan diproses oleh notaris dan pihak notaris memberikan tanda terima atas seluruh dokumen beserta pemberitahuan untuk pengambilan di lain waktu.  

  1. Pemeriksaan Dokumen

Keabsahan dan kelengkapan dokumen sangat diperlukan dalam suatu transaksi jual beli. Untuk itu, proses selanjutnya notaris akan memeriksakan keabsahan dan kelengkapan dokumen penting yang dipinjam dari pihak penjual ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar terjamin di mata hukum. Apabila terbukti sah dan lengkap, maka notaris akan membuat jadwal untuk penjual dan pembeli guna menandatangani berkas bersama dengan saksi-saksi yang sudah ditunjuk.  

  1. Pelunasan dan Pendaftaran Balik Nama

Tahap berikutnya adalah pelunasan rumah sesuai dengan harga jual rumah yang sudah disepakati antara pihak penjual dan pembeli. Setelah pelunasan selesai, pihak penjual wajib memberitahukan hal ini kepada pihak notaris. Setelah pelaporan tersebut, notaris memberikan tanda bukti penerimaan dokumen asli kepemilikan rumah kepada pembeli guna mengambil surat asli kepemilikan rumah yang sudah berpindah tangan. Selanjutnya, pihak pembeli melakukan pendaftaran balik nama rumah beserta bangunan dari pemilik lama ke pemilik baru di Badan Pertanahan Nasional (BTN). Syarat-syarat yang diperlukan adalah sertifikat AJB, IMB, bukti pembayaran PBB, beserta dengan fotokopi KTP dan KK pemilik rumah sebelumnya dan pemilik rumah baru.   Setiap proses jual beli harus dilakukan dengan prosedur yang baik dan benar. lakukan kegiatan jual beli dengan sistematis dan jangan melewatkan salah satu prosedur. Pihak pembeli atau penjual harus memahami keseluruhan prosedur untuk dapat melakukan jual beli yang benar dan legal. Tata cara jual beli rumah dijual di Bandung tersebut merupakan panduan secara umum dalam transaksi jual beli rumah.